Kelompok Aum Shinrikyo yang Pernah Sebarkan Gas Sarin Digerebek di ... detikNews Kelompok Aum Shinrikyo yang Pernah Sebarkan Gas Sarin Digerebek di Rusia

Kelompok Aum Shinrikyo yang Pernah Sebarkan Gas Sarin Digerebek di … detikNews Kelompok Aum Shinrikyo yang Pernah Sebarkan Gas Sarin Digerebek di Rusia

Lebih dari 200 orang warga yang tinggal di dekat basis Tokyo dari penerus utama kultus Aum Shinrikyo, Sabtu (24/3/2018) turun ke jalanan menuntut pembubaran kelompok sekte kiamat ini. Mereka menuntut eksekusi terhadap guru dan sejumlah mantan murid sekte tersebut.

Aksi ini dilakukan untuk memperingati hari ketika 13 orang tewas dan 6.200 terluka dalam peristiwa serangan gas sarin pada sistem kereta bawah tanah Tokyo oleh kelompok ini pada Maret, 23 tahun lampau. Inu merupakan serangan terburuk dari beberapa serangan dan kejahatan yang dilakukan oleh pengikut Aum.

Warga berbaris di sekitar kompleks Adachi Ward yang dimiliki Aleph, dengan dipimpin oleh Walikota Adachi, Yayoi Kondo, yang memegang spanduk bertuliskan “Benar-benar melawan Aum”.

Warga Kawaguchi, kota di Prefektur Saitama yang berdampingan dengan Adachi Ward, dan beberapa lainnya dari Setagaya Ward, Tokyo –di mana sebuah fasilitas dari salah satu kelompok sempalan Aum berada– turut bergabung dalam aksi demonstrasi tersebut.

Postcomended   Dilema Jomblo dan Nikah Muda

Pada 2000, Aum diketahui mengganti namanya menjadi Aleph, berikut dua grup pecahan lainnya. Badan Intelijen Keamanan Publik, terus memantau kelompok-kelompok ini yang diyakini masih berada di bawah pengaruh pendiri Aum, Shoko Asahara.

Menurut pihak berwenang, ketiga kelompok itu memiliki 1.650 pengikut di Jepang, dengan 1.470 di antaranya adalah anggota Aleph. Asahara sendiri bersama 12 mantan muridnya, kini masih menunggu pelaksanaan hukuman mati.

Ke-13 terpidana mati ini dapat digantung kapan saja karena persidangan terkait Aum atas serangkaian kejahatan yang menewaskan 29 orang meninggal pada Januari.

“Saya mencemaskan yang akan terjadi setelah eksekusi,” kata Hisashi Mizukami, mewakili sekelompok warga Adachi yang memprotes Aleph, seperti dilansir situs Japan Today. “Kami akan tetap waspada.”

Postcomended   14 Minuman Sehat untuk Mengawali Hari: Nomor 7 Paling Gampang

Aum Shinrikyo, yang artinya “kebenaran tertinggi”, berdiri pada 1980-an sebagai kelompok spiritual yang mencampur keyakinan Hindu dan Buddha, namun kemudian bekerja dalam unsur-unsur nubuatan Kristen apokaliptik. Asahara, yang juga pendiri kelompok tersebut, menyatakan dirinya sebagai Kristus sekaligus “yang tercerahkan” sejak Buddha.

Kelompok ini memperoleh status resmi sebagai organisasi keagamaan di Jepang pada 1989. Dia berbicara di sejumlah universitas dan menulis buku. Banyak pengikutnya di Jepang adalah mahasiswa di universitas elit.

Mereka termakan harapan yang dihembuskan kelompok itu tentang kehidupan yang lebih berarti bagi kaum muda, yang dihadapkan pada tuntutan karir yang menekan hidup mereka.

Asahara berhasil merekrut pengikut yang cukup besar bahkan hingga belahan dunia lain. Pada puncaknya, ia memiliki puluhan ribu anggota di seluruh dunia. Pada Maret 2016, pemerintah Montenegro, satu negara kecil di Balkan, menangkap puluhan anggota kelompok “gelap” ini.

Postcomended   Rencana Penerapan E-tol: Bank Diuntungkan, Biaya Isi Ulang Tetap Beban Konsumen

Kelompok ini perlahan menjadi kultus paranoid kiamat yang meyakini dunia akan berakhir pada Perang Dunia Ketiga dan hanya mereka yang akan bertahan hidup. Makin ke sini mereka semakin ganas; menculik, melukai, hingga membunuh lawan, bahkan menggunakan agen kimia dan biologi.(*/japantoday/bbc)

Share the knowledge