Internasional

Warganet Mencemaskan Nasib Kucing Milik Pendiri WiliLeaks yang Ditangkap

Share the knowledge

Julian Assange dan kucingnya yang popular dengan nama "embassy cat". Sang kucing menjadi pemberitaan hangat media ketika muncul di jendela kedutaan Ekuador di London, dengan mengenakan kerah dan dasi (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=RDXIoNCNerY)

Julian Assange dan kucingnya yang popular dengan nama “embassy cat”. Sang kucing menjadi pemberitaan hangat media ketika muncul di jendela kedutaan Ekuador di London, dengan mengenakan kerah dan dasi (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=RDXIoNCNerY)

Ketika pendiri WikiLeaks, Julian Assange, ditangkap, orang bertanya-tanya bagaimana nasib kucing peliharaannya yang diadopsi di tahun kelima Assange terpenjara di Kedutaan Ekuador, di London, Inggris. Akun Instagram sang kucing mendadak banyak dikunjungi warganet, yang sebagian besar mencemaskan nasibnya.

Akun Instagram sang kucing, @embassycat, telah mengumpulkan ribuan pengikut. Di kolom bio-nya tertulis: “I live in the Ecuadorian Embassy with Julian Assange// Interested in counter-purrveillance”. “Purrveillance” adalah pelesetan  “surveillance” (pengawasan), mengacu pada kebiasaan kucing.

Postingan terakhir akun ini tercatat tanggal 26 Maret 2017, yang memperlihatkan dia sedang menguap lebar, dengan kepsyen: “Fancy a game of cat and MICE”. Akun yang mangkrak dua tahun ini mendadak ramai kembali dikunjungi warganet.

Postcomended   Sinyal Seluler Lebih Cepat di Banyak Negara daripada Wi-fi

Hampir semua menanyakan kabarnya, mengharapkan dia baik-baik saja, dan beberapa menyatakan ingin mengadopsinya. Seorang warganet menulis:  “Yang benar-benar perlu saya ketahui adalah apa yang akan terjadi pada kucing dasi kupu-kupu #Assange.” Warganet lainnya berkomentar: “The cat has seen it all.

Seorang yang mengaku teman Assange memberi tahu PEOPLE bahwa si embassycat sekarang akan dirawat oleh para teman. Namun seorang wartawan, James Ball, bercuit pada Kamis (11/4/2019), bahwa si kucing telah diberikan ke tempat penampungan oleh kedutaan Ekuador sejak lama.

Namun kantor berita Italia pada November 2018 melaporkan bahwa kucing Assange telah pergi dari kedutaan: “(Dia) lebih suka untuk membebasan kucing dari terisolasi yang telah menjadi tak tertahankan, dan memungkinkan dia hidup lebih sehat.”

Postcomended   Napi Teroris yang Ancam Bunuh Pangeran George, Ditikam Sesama Napi

Assange (47) ditangkap pada hari Kamis, mengakhiri tujuh tahun “pertapaannya” di kedutaan Ekuador tersebut. Dia terancam diekstradisi ke Amerika Serikat (AS) di mana dia dituduh berkonspirasi untuk melakukan intrusi komputer sehubungan dengan rilis ribuan dokumen rahasia pemerintah AS oleh Chelsea Manning.

Manning (32), mantan prajurit Angkatan Darat AS Serikat, dihukum oleh pengadilan militer pada bulan Juli 2013 atas pelanggaran Undang-Undang Spionase dan pelanggaran lainnya, setelah mengungkapkan kepada WikiLeaks hampir 750.000 dokumen rahasia, militer dan diplomatik yang tidak diklasifikasi tetapi sensitive.

Dia dipenjara antara 2010 dan 2017, dan telah dipenjara sejak 8 Maret 2019 karena penolakannya untuk bersaksi di depan grand juri melawan Julian Assange. Awalnya Manning bernama Bradley Manning, namun dia memutuskan berganti nama depannya menjadi Chelsea sejak memutuskan menjadi wanita trans pada 2013.

Penangkapan Assange dimungkinkan setelah Ekuador mencabut suaka-nya dengan alasan Assange berulang kali melanggar konvensi internasional. Hubungannya dengan negara pelindungnya itu semakin tegang.

Postcomended   Bill Gates Bikin Akun Instagram Tiga Minggu Setelah Boss Amazon

Tahun lalu, Ekuador memutus saluran internetnya dan memerintahkannya merawat kamar mandi dan kucing peliharaannya dengan lebih baik. Assange dilaporkan akan diadili di Pengadilan Southwark Crown di London pada 2 Mei 2019.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top