Nasional

Waspada! Politik Uang Dinilai Haram Oleh MUI

MUI: Politik Uang dan Pemberian Imbalan Hukumnya Haram - News ... Liputan6.com Tokoh dan Pejabat Tinggi Negara Hadiri Milad MUI ke - 42

MUI: Politik Uang dan Pemberian Imbalan Hukumnya Haram – News … Liputan6.com Tokoh dan Pejabat Tinggi Negara Hadiri Milad MUI ke – 42

Masa diselenggarakannya pemilu memang semakin dekat, bahkan kampanyepun mulai digencarkan oleh para pasangan calon kepala daerah. Namun, di balik itu semua, ternyata ada beberapa pihak yang mencoba untuk melakukan cara lain dalam menarik simpati masyarakat dalam mendapatkan poling pilihan terbanyak.
Beberapa ada yang menggunakan politik uang yang dalam hal ini dilakukan dengan memberikan sejumlah uang agar masyarakat memilih dirinya. Ternyata, dalam pandangan islam yang disampaikan oleh pihak MUI, politik uang dinilai haram. Lantas, bagaimana selanjutnya?
Kaitannya dengan politik uang dinilai haram, diungkapkan oleh sosok Ma’ruf Amin yang dalam hal ini adalah ketua Umum MUI, pada hari Rabu, 9 Mei 2018 yang lalu bahwasannya menerima apapun itu sebagai imbalan apapun itu dalam kaitannya menarik simpati masyarakat untuk memilih calon pemimpin dikatakan sebagai suatu hal yang haram.
Ditambahkan olehnya lagi, bahwasannya kaitannya dengan politik uang ini juga disangkut pautkan dengan hak warga negara yang memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan selama warga negara tersebut telah memenuhi syarat untuk menjadi pemilih.
Tidak hanya itu saja, bahwasanya, kaitannya politik uang dinilai haram ini, pihak MUI juga menambahi bahwasannya hukum haram dalam memberikan imbalan yang dimaksudkan untuk memenangkan pemilu ini dijatuhkan kepada pihak yang memberi ataupun yang menerima imbalan tersebut. Oleh sebab itu, yang demikian ini dianggap sebagai hal yang sangat tidak dibenarkan sebab sering kali pemilihan tersebut ternyata diarahkan kepada pihak yang kurang berkompeten dalam bidangnya.
Masih kaitannya dengan politik uang dinilai haram, bahwasannya perbuatan yang demikian ini juga bisa disebut dengan risywah atau dengan kata lain suap. Di lain sisi, jika ada seseorang meminta imbalan atas terpilihnya menjadi sosok pemimpin yang memang pada hakikatnya jabatan tersebut adalah tanggungjawabnya, maka bisa dikatakan yang demikian ini adalah hal yang dilarang atau haram.
Padahal, di lain sisi, ketika suap yang dilakukan dalam politik uang dinilai haram tersebut dirampas, uang rampasan itu bisa dijadikan sebagai bagian cara yang dilakukan dalam mencapai kemaslahatan bersama. Dengan kata lain, diungkapkan oleh sosok Ma’ruf Amar tersebut, bahwa jika merujuk pada status hukumnya, uang yang disebarkan kepada masyarakat tersebut bisa disita oleh pihak yang berwajib.
Merujuk pada politik uang dinilai haram tersebut, sebagai warga negara yang baik, sudah saatnya anda mencoba untuk bersikap bijak dalam menanggapi kasus tersebut. dengan kata lain, cobalah untuk menolak uang pemberian orang lain uang kaitannya dengan cara mulus kampanye yang dilakukan oleh pihak partai politik.
Di lain sisi, sebagai masyarakat yang bijak pula, anda juga sangat tidak dianjurkan untuk meminta imbalan ketika orang lain yang telah memenangkan pemilihan. Jika anda berperilaku bijak, maka anda akan membantu dalam menciptakan pemilu yang lebih adil dan juga damai.

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top