An Indonesian rescue team searches for victims and survivors at the earthquake-damaged Roa Roa hotel in Palu, Central Sulawesi, Indonesia, October 1, 2018 in this photo taken by Antara Foto. Antara Foto/Basri

Gempa dahsyat di Palu dan Donggala antara lain juga merobohkan tembok lapas dan rutan, melepaskan seribu lebih tahanannya (foto: Antara Foto/Basri)

Sulawesi Tengah mungkin akan diguncang “gempa” lainnya ketika sebanyak 1.425 napi dan tahanan kabur dari lapas dan rutan yang ada di Sulawesi Tengah (Sulteng), akibat bangunan lapas jebol diguncang gempa 7,4 SR, Jumat (289/2018). Syukurlah tak ada napi teroris yang dilaporkan kabur, namun sebagian besar napi adalah dari kasus korupsi. Para napi diultimatum agar melapor dalam waktu sepekan.

Disebut panik saat gempa terjadi, sebanyak 1.425 napi dari lima lapas di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, kabur! Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Sri Puguh Budi Utami, mengatakan dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (1/10/2018), beberapa di antaranya sudah melapor ke lapas atau rutan masing-masing.

Menurutnya, ke-1.425 itu dari jumlah total napi di lapas-lapas di Sulteng yang berjumlah total 3.320 (orang). Itu kata Sri berdasarkan informasi Senin pagi. Karenanya jumlah ini masih terus diperbaharui tergantung perkembangan informasi dari lapangan. Sebagian besar dari napi dan tahanan yang kabur itu terkait perkara tindak pidana korupsi, narkoba, serta kriminal umum.

Postcomended   Kalahkan Ribuan Pesaing, Harry Styles Dapat Peran di Dunkirk

Untunglah Sri mengungkapkan bahwa sebelum terjadi gempa, Kakanwil dan Kalapas Palu sudah memindahkan lima napi teroris  ke Nusakambangan. Sialnya, sebagian besar napi yang kabur seperti dikatakan Sri, adalah napi korupsi.

Menurut Sri ada juga napi yang tidak Kabur, namun sempat menghilang dengan alasan ingin bertemu keluarganya yang ikut menjadi korban. “Sampai dengan Minggu ada keluarganya yang melaporkan bahwa warga binaan (napi) ada di rumah (mereka),” ujar Sri, Senin.

Sri yang telah meninjau langsung situasi lapas/rutan di Palu dan Donggala, menceritakan bagaimana saat gempa terjadi para tahanan di salah satu lapas berkumpul di tengah lapangan, padahal tembok di bagian luar telah runtuh. Namun mereka mendadak panik ketika tanah lapangan retak dan mengeluarkan air. Ketika dua blok di Lapas Palu ambruk, para tahanan langsung kabur.

Postcomended   KPK Lelang Mobil Sitaan dari Para Koruptor

Sri memberi waktu sepekan bagi para tahanan serta napi yang kabur untuk melapor ke posko yang dibentuk Ditjen Pas, terhitung mulai Sabtu, 29 September 2018. Selebihnya, Ditjen Pas akan bekerja sama dengan Polri untuk melakukan pencarian.(***/dariberbagaisumber)

Share the knowledge