siskaafriani04 | Laman 2 siskaafriani04 - WordPress.com kanker-serviks-image

siskaafriani04 | Laman 2 siskaafriani04 – WordPress.com kanker-serviks-image

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa hampir 20 persen kanker serviks ditemukan pada wanita berusia 65 dan lebih tua. Bahkan para peneliti dalam laporannya menemukan bahwa hanya 5,1 persen kanker serviks yang terdiagnosis pada wanita antara usia 20 dan 29 tahun –usia untuk skrining yang sangat dianjurkan– dibandingkan dengan 8 persen pada wanita antara usia 70-79.

Laporan penelitian ini disajikan baru-baru ini pada pertemuan tahunan Society for Gynecological Oncology, seperti dilaporkan situs TODAY.

Dr. Sarah Dilley, seorang onkologi ginekologi di Universitas Alabama, Birmingham, dan peneliti utama pada penelitian tersebut, mendapati banyak wanita yang lebih tua di kliniknya, mengidap kanker serviks. Dia memutuskan untuk menyelidiki masalah ini.

Dilley mengatakan, pedoman saat ini menyebutkan skrining untuk kanker serviks harus berhenti pada usia 65. Tetapi temuan baru menunjukkan, rekomendasi skrining ini mungkin perlu dikaji ulang. Itu terutama benar jika dilihat dari faktor perubahan demografi negara.

“Populasi wanita dalam kelompok usia ini terus bertambah dan akan terus tumbuh hingga mencapai puncaknya pada 2030. Jadi kami (diperkirakan) akan mendapatkan lebih banyak pasien,” kata Dilley.

Dalam studi terbaru, para peneliti memeriksa informasi medis dari dua database, yakni dari Surveillance, Epidemiologi, and End Result (SIER) dari 2000 hingga 2014, serta dari National Cancer Database (NCDB) dari 2004 hingga 2014. Para peneliti menemukan hasil yang serupa di kedua database untuk wanita berusia 65 dan lebih tua.

Postcomended   #mudik2018 Sehabis Lebaran City Car Diincar

Dalam NCDB, 18,9 persen kanker atau setara 20.213 wanita, ditemukan pada wanita yang lebih tua. Sementara 19,7 persen atau setara 10.360 wanita, ditemukan dalam database SIER. Data NCDB dikumpulkan dari rumah sakit, sementara SIER adalah registri berbasis populasi.

“Ini memberi cahaya baru pada parameter pemeriksaan kami,” kata Dr. Robert Edwards, ketua kebidanan dan ginekologi di Rumah Sakit Magee-Womens di Universitas Pittsburgh Medical Center.

Meskipun diasumsikan bahwa kanker serviks biasanya memerlukan waktu lima tahun untuk berkembang, hal itu mungkin tidak berlaku untuk wanita yang lebih tua yang sistem kekebalannya telah mengambil pukulan terkait usia.

Postcomended   #deletefacebook Pendiri WhatsApp Sarankan Hapus Facebook

Gejala khas kanker serviks meliputi: nyeri panggul, sakit punggung atau sciatica, bengkak di kaki, dan ada darah dalam urin. Beberapa pasien mungkin juga mengeluhkan keluarnya lendir terus-menerus yang mungkin mengandung darah atau tidak.

“Ini adalah debit berlebihan di mana pasien perlu memakai pad untuk menghindari mengotori pakaiannya,” kata Dr Wilberto Nieves-Neira, seorang ahli onkologi ginekologi di Northwestern Memorial Hospital.

Ada banyak hal yang tidak diketahui ketika berbicara tentang wanita dalam kelompok usia ini, kata Edwards. Juga, pedoman saat ini mungkin tidak mengambil perubahan sosiologis yang telah terjadi dalam beberapa dekade terakhir. “Perempuan hidup lebih lama dan banyak yang aktif secara seksual di usia 70-80-an,” kata Edwards. “Jadi ada peluang bagi populasi yang tidak diskrining ini untuk terekspos.”

Infeksi human papillomavirus (HPV) adalah faktor risiko paling penting untuk kanker serviks. Menurut Masyarakat Kanker Amerika, beberapa faktor risiko utama untuk kanker serviks adalah: merokok, infeksi klamidia, melahirkan tiga atau lebih anak, memiliki beberapa pasangan seksual, serta status ekonomi yang dapat menghalangi perempuan diperiksa untuk pra kanker serviks.

Postcomended   Uniknya Berburu Kuliner Sahur di Lorong Basah Night Culinary Palembang

Kebanyakan dokter percaya bahwa wanita yang tidak memiliki gejala dan satu atau lebih sedikit faktor risiko, tidak perlu menjalani pemeriksaan rutin. Namun, wanita dianjurkan untuk berbicara dengan dokter mereka tentang factor-faktor risikonya.(***/today)

Share the knowledge