WannaCry Kill-Switch(ed)? It's Not Over! WannaCry 2.0 Ransomware ... The Hacker News728 × 380Search by image WannaCry 2.0, Ransomware With *NO* Kill-Switch Is On Hunt!

WannaCry Kill-Switch(ed)? It’s Not Over! WannaCry 2.0 Ransomware … The Hacker News728 × 380Search by image WannaCry 2.0, Ransomware With *NO* Kill-Switch Is On Hunt!

Mei 2017, fasilitas daring (online) dua rumah sakit (RS) di Indonesia dikabarkan lumpuh diserang WannaCry, setelah serangan yang sama menggempur rumah-rumah sakit di seluruh dunia. Sejauh ini virus ini sudah bisa dikendalikan. Namun pakar komputer memperingatkan kemungkinan serangan berikutnya yang lebih dahsyat.

James Bennett dari Venable, satu firma hukum dan analis komputer berbasis di Maryland, Amerika Serikat (AS), mengatakan, serangan berikutnya akan menjadi serangan ransomware terbesar yang pernah terjadi.

“Mereka akan menghidupkan komputer di pagi hari, kemudian dihadapkan dengan kemungkinan 50-50, apakah komputer mereka terjangkit malware atau tidak,” ujar Bennet, yang juga seorang purnawirawan Mayor Jenderal Angkatan Laut AS ini.

Dibanding ransomware lain, WannaCry lebih canggih dan berbahaya. Ransomware ini tak butuh campur tangan pengguna untuk bisa menginfeksi komputer. Yang diperlukan untuk menyebar hanyalah koneksi ke jaringan.

Postcomended   Potensi Zakat Indonesia Rp 213 Triliun per Tahun

Untuk berjaga-jaga, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah merumuskan langkah-langkah pencegahan infeksi WannaCry, seperti berikut ini:

1. Cabut sambungan LAN dan matikan Wi-Fi komputer untuk mencegah infeksi.

2. Update sekuriti Windows dengan memasang patch MS17-010 yang dapat diperoleh di tautan ini. Pengguna Windows XP disarankan mengganti sistem operasi ke versi yang lebih baru karena OS lawas ini sudah tidak mendapat dukungan patch sekuriti dari Microsoft.

3. Jangan mengaktifkan fungsi macros.

4. Non aktifkan fungsi SMB v1.

5. Blokir port 139/445 dan 3389.

6. Perbarui software anti-virus dan anti-ransomware.

7. Selalu backup file penting di komputer dan simpan di tempat lain, jika memungkinkan di storage yang tidak terhubung ke jaringan atau internet.

Postcomended   Gojek Masuk 20 Besar "World Changer" Versi Majalah Fortune

Konsultasi secara online bisa dilakukan ke penyedia layanan anti-ransomware di www.nomoreransom.org. Informasi dan saran teknis dapat diperoleh dengan melayangkan e-mail ke alamat incident@idsirtii.or.id.

Dalam rangka ikut memerangi penyebaran ransomware WannaCry, Microsoft telah merilis patch khusus untuk Windows XP, Windows Server 2003, dan Windows 8 yang bisa diunduh di tautan berikut. Informasi selengkapnya bisa dilihat di laman ini. (http://tekno.kompas.com/read/2017/05/13/19170047/begini.cara.menangkal.serangan.ransomware.wannacry).

Ransomware adalah jenis virus malware yang berkembang paling pesat. Virus jahat ini mengunci komputer sehingga tidak dapat diakses pengguna, kemudian meminta bayaran untuk pengembalian data mereka. (http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151215_majalah_teknologi_ransomware).

Sementara Ransomware WannaCry yang berjangkit Mei lalu itu bersifat mengincar komputer (PC) berbasis Windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB yang dijalankan di komputer tersebut. (http://www.jawapos.com/read/2017/05/14/129933/ayo-kenali-teroris-baru-dari-virus-ransomware-bernama-wanna-cry).

Virus ransomware Wanna Cry alias WannaCrypt, alias Wanna Cryptor, meminta agar korbannya membayarkan uang tebusan dalam mata uang bitcoin.

Postcomended   The 72nd Anniversary of The Independence Day of The Republic of Indonesia di Hotel Grand Hyatt, Muscat 2 Oktober 2017

Bitcoin adalah mata uang yang familiar di dunia maya. Nilainya jauh lebih besar dari mata uang lainnya. Nilai mata uang ini juga selalu stabil, karenanya para peretas meminta tebusan dalam bentuk bitcoin..***(ra)