Moreup2date: Meningkatkan Daya Ingat dan Kecerdasan Otak Moreup2date - blogger400 × 210Search by image

Moreup2date: Meningkatkan Daya Ingat dan Kecerdasan Otak Moreup2date – blogger400 × 210Search by image

Penelitian sebelumnya telah meneliti dampak positif mengonsumsi glukosa bagi otak, yaitu memperbaiki ingatan. Namun satu penelitian mengungkapkan, mengonsumsi gula jenis tertentu dapat secara drastis memiliki efek buruk yakni mengurangi kinerja kognitif (berpikir) otak manusia. Gula yang dimaksud adalah fruktosa dan sukrosa

Dilansir Independent, periset dari Universitas Otago di Selandia Baru memutuskan untuk memeriksa seberapa umum gula memengaruhi kemampuan 49 orang untuk melakukan tugas kognitif. Tiga gula diet biasa diuji terhadap pemanis plasebo, sucralose.
Para peserta masing-masing mengambil bagian dalam waktu respons sederhana, tes interferensi aritmatika dan stroop. Studi menyimpulkan bahwa peserta yang menelan glukosa dan sukrosa melakukan tugas lebih buruk dibandingkan mereka yang menelan fruktosa dan plasebo (obat palsu/sugesti).
Untuk diketahui, seperti dimuat situs Deherba, pada dasarnya, glukosa, sukrosa, dan fruktosa adalah sejenis gula sederhana yang menjadi komponen pembentuk zat pati tubuh atau karbohidrat.
Karena menjadi salah satu komponen dari karbohidrat, maka secara sederhana fungsi dari ketiganya dalam tubuh adalah sebagai sumber energi, meski ketiganya bekerja dan diproses dengan cara berbeda.

Penelitian: Junk food dan merokok pada anak memicu demensia | Gaya ... Mautaubanget.com1024 × 538Search by image Gaya Hidup Mau dianter driver uber cantik dan sexy ini?

Penelitian: Junk food dan merokok pada anak memicu demensia | Gaya … Mautaubanget.com1024 × 538Search by image Gaya Hidup Mau dianter driver uber cantik dan sexy ini?

Salah satu penulis penelitian, Mei Peng, seorang dosen ilmu sensorik di Departemen Ilmu Pangan di Universitas Otago, membahas bagaimana mengonsumsi gula dapat mempengaruhi kegiatan sehari-hari.
“Saya terpesona oleh bagaimana indra kita mempengaruhi perilaku kita dan mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari,” kata Peng kepada PsyPost. seperti dilansir Indep”Secara khusus bagaimana konsumsi gula bisa mengubah cara kerja otak kita.”
Studi ini, kata Peng, menunjukkan bahwa “koma gula”  –berkaitan dengan glukosa– memang merupakan fenomena nyata, di mana tingkat perhatian tampaknya menurun setelah konsumsi gula yang mengandung glukosa.
Pada 2016, survei Diet dan Gizi Nasional, mengumumkan bahwa konsumsi minuman ringan manis oleh anak-anak berusia 4-10 tahun mengalami penurunan. Tahun lalu itu, Public Health Inggris meluncurkan pedoman baru untuk mengurangi jumlah gula yang dikonsumsi orang-orang di dalam makanan mereka.***

 

Share the knowledge