Buy me a coffeeBuy me a coffee
Wisata

“Wheel the World” Bikin Machu Picchu dapat Diakses Kursi Roda

Share the knowledge

 

Dengan kursi roda yang dimodifikasi, penyandang difable kini bias jalan-jalan ke situs Machu Picchu (https://www.youtube.com/watch?v=21NKC_5mNdg)

Dengan kursi roda yang dimodifikasi, penyandang difabel kini bisa jalan-jalan ke situs Machu Picchu (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=21NKC_5mNdg)

Perusahaan perjalanan Wheel the World telah mengembangkan tur pertama ke situs ikonik Peru, Machu Picchu, yang dapat diakses kursi roda. Namun peluang ini hanya digelar untuk beberapa bulan saja, untuk situs berusia 6.000 tahun ini.

Wheel the World dibentuk atas gagasan dua sahabat lama dari Cile, Alvaro Silberstein yang menggunakan kursi roda, dan Camilo Navarro yang tidak.

Sebelumnya, bersama-sama mereka dapat menemukan cara untuk mendaki di Taman Nasional Torres de Paine Patagonia, dengan Silberstein menggunakan kursi roda lipat khusus yang dia dapat dari hasil kampanye crowdfunding.

Ketika keduanya beremigrasi ke AS untuk belajar bisnis di UC Berkeley, mereka membuat ekspansi Wheel the World sebagai prioritas utama mereka. Navarro dan Silberstein sejak itu mengembangkan bisnis di Amerika Latin, menambahkan tur di Cile, Meksiko, dan sekarang Peru.

“Dapat diakses tidak berarti inklusif,” Navarro memberi tahu CNN Travel. “Ada satu miliar orang penyandang cacat (di dunia). Tetapi tidak ada satu pun perusahaan perjalanan utama yang didedikasikan untuk para penyandang difabel ini.

Postcomended   E-Gov Kementerian PANRB

Wheel the World memiliki beberapa masalah untuk diselesaikan sebelum menawarkan tur yang dapat diakses dari Machu Picchu. Salah satunya adalah mahalnya biaya kursi roda yang dapat melintasi beberapa jalur yang lebih menantang di sana.

Harga yang harus dibayar ini bisa membuat banyak orang tidak dapat mengelola biaya perjalanan bucket-list mereka. Karenanya Wheel the World bekerja sama dengan mitra yang dapat menyumbangkan kursi roda dan menyimpannya di wilayah tersebut, yang berarti pengguna tidak perlu menyediakan sendiri atau menangani biaya pengiriman.

Saat ini, perjalanan Wheel the World selama empat hari ke Machu Picchu berharga 1.500 dollar AS, termasuk akomodasi semalam dan tidak termasuk penerbangan, yang sebanding dengan biaya yang diperlukan orang yang berbadan sehat untuk melakukan pengalaman yang sama.

Postcomended   Dengan Memunguti Sampah Kota, Miliarder ini Merasa Stabil

“Kadang-kadang kami mendapat telepon dari taman-taman nasional dan mengatakan mereka ingin kami datang menjelajahi tempat mereka,” kata Navarro.

Tetapi seringkali, karena kekhawatiran erosi atau pembatasan tentang bagaimana situs kuno dapat dimodifikasi, tidak selalu sesederhana dengan segera membangun jalan kursi roda. “Aksesibilitas adalah masalah menjadi kreatif,” kata Navaro.

Adapun kursi rodanya dirancang dengan hanya satu roda dan dua tongkat panjang yang membuatnya terlihat seperti gerobak dorong. “Ini adalah campuran baja dan aluminium, seperti sepeda, jadi ringan,” jelas Navarro.

Satu-satunya kelemahan adalah kursi roda ini tidak dapat digerakkan sendiri, sehingga dibutuhkan teman perjalanan untuk membantu mengoperasikan kursi dan menavigasi melalui beberapa lintasan yang lebih sempit atau lebih sulit di sepanjang jalan.

Navarro menambahkan, pekerjaan perusahaannya masih jauh dari selesai. Wisatawan yang tuli, buta, atau memiliki kebutuhan aksesibilitas lain kadang-kadang masih bisa kesulitan ketika operator perjalanan atau destinasi menyatukan semua cacat dan menganggap mereka membutuhkan akomodasi yang sama.***

Postcomended   Kejam, Inilah 9 Wanita Pembunuh Tersadis di Dunia #SURUHGOOGLEAJA


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top