Daguerre dipercaya sebagai yang pertama memotret bulan secara lebih detail. Namun dokumentasinya ikut hangus terbakar bersama laboratoriumnya. Akhirnya foto bulan pertama yang berhasil diabadikan hingga kini adalah karya JW Draper, pada 1840, yang memotret menggunakan teknik Daguerreotype (https://images.fineartamerica.com/images-medium-large/the-moon-j-w-draper.jpg)

Saat ini, Bulan adalah salah satu objek paling populer yang diunggah warganet di berbagai media sosial. Ketik saja tagar #bulan, #moon, #supermoon, atau #fullmoon, maka citra Bulan mulai yang menggunakan teknologi canggih; lengkap dengan penampakah kawah-kawahnya, hingga yang menggunakan kamera ponsel paling sederhana dan “goyang”, bersesakan memenuhi bandwidthNamun akan selalu ada orang pertama yang memotret sesuatu termasuk bulan.

Pada pertengahan 1800-an, penampakan Bulan di langit cerah, sama menariknya dengan saat ini. Namun kala itu belum ada yang sanggup mengabadikannya hingga pada 2 Januari 1839, seorang Fotografer Prancis bernama Louis Daguerre menangkapnya menggunakan proses yang belakangan –setelah dipatenkan– disebut dengan teknik daguerreotype.

Upaya menangkap citra Bulan ini juga terkait dengan penelitian astronomi yang mulai giat dilakukan pada masa itu.

Postcomended   Ketika Gajah Mada Menjadi Gaj Ahmada

Tragisnya, pada Maret 1839, laboratorium milik Daguerre terbakar habis, menghancurkan semua catatan tertulisnya, termasuk sebagian besar karya eksperimental awalnya, dan juga dokumen citra historis bulan pertama hasil jepretan kameranya.

Setahun kemudian, John William Draper, seorang dokter dan ahli kimia Amerika, dengan menggunakan daguerreotype, mengambil citra Bulan berikutnya. Pada 1850, Draper bekerjasama dengan astronom William Cranch Bond untuk menghasilkan sebuah daguerreotype bintang Vega.

Sebuah usaha telah dilakukan pada tahun 1842 untuk memotret matahari, namun resolusinya buruk, sehingga sedikit rincian yang terlihat. Kemudian fisikawan Jean Bernard Leon Foucault dan Armand Fizeau memperbaiki prosesnya secukupnya untuk memotret Matahari dengan cukup detail sehingga bintik matahari dapat dilihat untuk pertama kalinya.

Perkembangan inovasi fotografi, khususnya terkait fotografi astronomi, menarik perhatian penemu Amerika, George Eastman. Eastman adalah penemu mesin untuk melapisi piringan fotografi dengan emulsi, yang mengotomatisasi proses sehingga foto dapat dibuat dengan lebih cepat, dalam jumlah yang lebih banyak.

Pada awal 1900-an, Eastman-Kodak Company berkolaborasi dengan beberapa observatorium astronomi, menggunakan input untuk memperbaiki teknologi emulsi mereka untuk membuat proses yang bahkan lebih sensitif terhadap cahaya.

Postcomended   23 November dalam Sejarah: Pink Floyd Rilis "The Wall", Freddie Mercury Umumkan Idap AIDS

Pelat fotografi mendominasi pencitraan astronomi pada abad ke-20, didorong oleh penggunaan filter warna. Proses penemuan teknologi fotografi sendiri menerus sampai pada munculnya fotografi digital dan kamera CCD yang membuat pemrosesan padat karya semacam itu menjadi usang.

Bagaimanapun, dunia sepakat bahwa Daguerre adalah orang pertama yang mengambil foto Bulan. Dia meninggal karena serangan jantung pada 10 Juli 1851, tepat di luar Paris. Tak dapat disangkal dia telah meninggalkan jejaknya bukan hanya pada astronomi, tapi juga dunia pada umumnya. Namanya ada di antara 72 orang yang tertulis di menara Eiffel.(***/aps/famousdaily)

 

Postcomended   28 Desember dalam Sejarah: Air Asia QZ8501 Jatuh ke Laut Jawa Menewaskan 162 Penumpangnya

Share the knowledge