Abdullah Puteh, pernah dipenjara diLP Sukamiskin karena terbukti korupsi korupsi pembelian helikopter (http://www.acehimage.com/wp-content/uploads/2017/01/Abdullah-Puteh.jpg)

Hari ini, 2004, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menjebloskan Abdullah Puteh, yang kala itu menjabar Gubernur Aceh, ke Rutan Salemba, Jakarta. Dia terbukti melakukan tindak pidana korupsi pembelian dua helikopter PLC Rostov jenis MI-2 senilai Rp12,5 miliar. Dari vonis 10 tahun penjara, pada tahun ke-5, Puteh sudah dibebaskan. Pada November tahun lalu, dia kembali mencalonkan diri sebagai cagub Aceh untuk pemilu serentak 2017, namun gagal.

Vonis terhadap pria kelahiran Aceh, 4 Juli 1948, ini, dijatuhkan pada 11 April 2005 oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Saat vonis hakim dibacakan, Puteh berada di rumah sakit karena baru saja menjalani operasi prostat.

Postcomended   Rumah Sitaan dari Koruptor Impor Sapi Laku Kepada Penawar Tunggal

Dicuplik dari situs umy.ac.id, segera setelah putusan tersebut dikeluarkan, Departemen Dalam Negeri memberhentikan Puteh sebagai Gubernur. Sebelumnya Puteh hanya dinonaktifkan.

Pada 18 November 2009, Puteh melakukan sujud syukur di depan Lapas Sukamiskin, Bandung, karena bebas bersyarat.

 

Kakanwil Depkum HAM Jabar, Danny Hamdany Kusumapradja, waktu itu mengatakan, Puteh bisa bebas murni pada 2013. Selama bebas bersyarat, Puteh tidak diperbolehkan pergi ke luar negeri.

Dalam ajang Pilpres 2014, Puteh terlihat kembali aktif di dunia politik. Puteh diketahui mendukung pasangan Prabowo-Hatta.

Meski sempat terjegal UU Pemerintahan Aceh. Dalam pasal 67 ayat (2) huruf g UU Pemerintahan Aceh yang menyebutkan bahwa calon gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan walikota/wakil walikota harus memenuhi persyaratan tidak pernah dijatuhi pidana penjara minimal 5 tahun, namun Mahkamah Konstitusi mengizinkan Puteh ikut pilkada Aceh.

Postcomended   Twitwar Tsamara dengan Fahri Hamzah "Dilanjut" di Televisi

Sebelumnya, karena keberatan dengan UU Pemerintahan Aceh tersebut, Puteh menggugat UU itu ke MK, dan berhasil. Puteh mendaftar sebagai calon gubernur Aceh dari jalur independen.

Pada 2000, Puteh menjabat sebagai Gubernur Nangroe Aceh Darussalam. Masa jabatannya berakhir pada 2004 setelah dirinya tersandung kasus korupsi pembelian dua helikopter bernilai Rp12,5 miliar.(***/umy/detikcom/metrotv.com)

Share the knowledge