http://akns-images.eonline.com/eol_images/Entire_Site/20080812/425.lennon.chapman.081208.jpg

Hari ini, 1980, dunia gempar sekaligus berduka. Penyanyi sohor, John Lennon, mati ditembak di depan pintu rumahnya sendiri di Gedung Dakota, yang letaknya berseberangan dengan Central Park, New York, Amerika Serikat (AS). Sang penembak, Mark David Chapman, mengakui perbuatannya, dan sedang menjalani hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. Namun Chapman tak berdiam diri. Dia belum berhenti berupaya memeroleh kebebasan.

Pada 24 Agustus 2016, dalam usaha kesembilannya untuk dibebaskan dengan jaminan, Chapman mengatakan kepada dewan pembebasan bersyarat bahwa dia “memiliki pikiran sosiopat”. Kondisi ini dijadikan alasan Chapman membunuh mantan pentolan grup musik the Beatles tersebut karena ingin terkenal.

Dalam transkrip yang diperoleh The New York Post, seperti dilansir the Telegraphdia menjelaskan secara terperinci aksi pembunuhannya.

Postcomended   10 Januari dalam Sejarah: Komik Tintin Pertamakali Terbit di Suplemen "Le Petit Vingtieme"

“Dia (Lennon) keluar (dari rumahnya), dan ini adalah bagian yang sangat saya sesali terjadi, dia keluar dan sebagai tipu muslihat, saya memiliki album dia dan pulpen, dan saya memintanya untuk menandatangani album tersebut,” kata Chapman (61).

Chapman mengatakan kepada dewan yang beranggotakan tiga orang: “Dia memberi kesempatan, lalu bertanya pada saya, ‘apakah saya menginginkan hal lain’, Istrinya sudah keluar bersamanya dan menunggu di limusin, dan itu adalah sesuatu yang sering saya renungkan betapa baiknya dia kepada orang asing.”

“Dia menandatangani album tersebut dan memberikannya kembali kepada saya. Dia masuk limo.” Chapman pun pergi, tapi kembali lagi malam itu, sekitar pukul 10.50, dengan sebuah pistol kaliber.38 dan salinan buku J.D. Salinger “The Catcher In The Rye”.

Lennon kembali ke rumah dengan limusin bersama Yoko Ono, istrinya, dan berjalan melewati Chapman, memasuki gapura Dakota. Chapman mengeluarkan pistol dan menembakkan empat peluru ke punggung Lennon. Mantan anggota Beatles ini kemudian dilaporkan meninggal di rumah sakit.

“Itu adalah pikiran seorang sosiopat sejati,” kata Chapman. “Tidak ada perasaan terhadap anaknya atau istrinya atau dirinya sendiri. Aku terobsesi pada satu hal, dan karenanya menembaknya sehingga aku bisa menjadi seseorang.”

Postcomended   17 Januari dalam Sejarah: Ferdinand Marcos Nyatakan Diri sebagai Presiden Seumur Hidup

 

Namun dewan pembebasan bersyarat menolak permintaan pembebasan bersyaratnya, dengan alasan kejahatan Chapman direncanakan.

Terhitung sejak Agustus 2016, Chapman tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk mengajukan kebebasan selama dua tahun. Dia harus kembali meringkuk di penjara Fasilitas Pemeliharaan Wende, mempersiapkan untuk muncul lagi di hadapan dewan untuk upaya kesepuluh.***

Share the knowledge