Hadapi Iran, Bepe Bersiap Jadi Kapten Timnas SunduL.com600 × 300Search by image article top

Hadapi Iran, Bepe Bersiap Jadi Kapten Timnas SunduL.com600 × 300Search by image article top

Pintu untuk timnas masih mungkin terbuka di masa mendatang. Akan selalu ada kemungkinan untuk kembali, Ujar Bepe lewat Twitter-nya.
Merasa tidak mampu mempersembahkan satu pun gelar bergengsi untuk Timnas Garuda, menjadi salah satu alasan Bambang Pamungkas untuk pensiun dari tim nasional tersebut. Legenda sepakbola Indonesia ini menuliskan curahan hatinya itu di blog pribadinya soal keputusan tersebut.

 

“Pada akhirnya saya memang harus menerima kenyataan bahwa tidak ada satu gelar bergengsi yang mampu saya berikan untuk Indonesia. Dan oleh karena itu seperti yang pernah saya janjikan, di akhir artikel ini saya akan berteriak dengan lantang, bahwa “Saya adalah Generasi yang Gagal, tulis striker Persija ini di blog pribadinya tersebut.

Meski demikian, Bambang Pamungkas tetap merasa terhormat mengenakan kostum merah-putih. Dia pun mengungkapkan, Cepat atau lambat, jersey merah-putih itu
pasti akan tanggal dari badanku. Akan tetapi satu hal yang pasti, lambang garuda itu akan tetap melekat di dada kiriku, tinggal di sana sampai akhir hayatku.

Postcomended   Kostum Wonder Woman yang Terlalu Seksi Sudah Bisa Diorder US $149.99

Selain melalui blog, Bepe, julukan Bambang Pamungkas, juga berkicau di akun Twitter-nya @Bepe20. Bahkan Bepe menyebarkan kabar mengejutkan untuk resmi pensiun dari timnas, melalui akun Twitter tersebut. Awalnya saya pikir semuanya akan berjalan dengan mudah. Tinggal merangkai kata, upload ke blog pribadi, dan kemudian menyebarluaskan melalui akun Twitter saya. Selesai perkara, tulis Bepe.

Tetapi pada kenyataannya tidak semudah yang terpikir di benak saya. Butuh waktu lama untuk pada akhirnya saya berani untuk menulisnya. Padahal keputusan ini sudah saya ambil sejak empat bulan yang lalu.

Di blognya Bepe mengatakan, dia sudah memberi pertanda untuk mundur saat mengenakan nama Pamungkas di kostum timnas saat ajang Piala AFF 2012. “Ketika itu pada detik-detik terakhir, saya memutuskan menggunakan nama Pamungkas daripada Bambang seperti yang biasa saya kenakan di jersey tim nasional saya,” tulis Bepe. Dalam bahasa Indonesia, kata pamungkas memiliki arti menjadi yang terakhir. “Saat itu saya memutuskan bahwa pagelaran Piala AFF 2012 akan menjadi penampilan resmi terakhir saya, bersama tim nasional Indonesia.”

Postcomended   Amazon tak Ingin Biarkan Alibaba Sendirian di Asia Tenggara

Bergabungnya Bepe ke timnas ketika itu bukan pilihan mudah, mengingat hal itu bertentangan dengan kebijakan klub yang dibelanya, Persija Jakarta, dan juga institusi tempatnya berafiliasi (IndonesiaSuper League/ISL dan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia/KPSI). “Banyak orang yang menganggap saya ingkar janji, tidak sedikit yang menganggap saya sebagai seorang pengkhianat,” jelasnya. Akan tetapi, kata Bepe, dia berusaha selalu berkata benar jika memang benar dan salah jika memang demikian adanya, apa pun risikonya.

Kabar mundurnya Bepe sebenarnya sudah lama berembus. Ketua Umum Persija Jakarta, Ferry Paulus, pada Agustus 2012, bahkan sudah memberi sinyal mundurnya Bepe. Alasannya ketika itu, Bepe merasa bersalah kepada klub Persija dan resmi mengundurkan diri dari tim nasional di bawah komando PSSI era Djohar Arifin Husin.