Yang ingin memantau perkembangan erupsi Gunung Agung, baiknya Anda simak fakta terkini. Hingga Jumat (8/12), kondisi Bali masih aman. Aktivitas penerbangan masih berjalan seperti biasa. Urusan safety-nya pun masih terus dikawal Tim SAR Gabungan. 

“Hari-hari belakangan jarang ada panggilan tugas untuk mengevakuasi. Tapi bukan berarti tim SAR mengendurkan kesiapan. Kekuatan alat masih sama, tidak ada pengurangan. Bahkan kami terus meningkatkan kesiapsiagaan,” kata Kepala Kantor SAR Denpasar, Ketut Gede Ardana, dalam keterangan resminya, Jumat (8/12).

Cerminannya bisa dilihat dari briefing pagi. Unsur Basarnas Denpasar, Basarnas Surabaya, SAR Sabhara Polda Bali, TNI Yon Zipur, Damkar, dan potensi SAR relawan Surabaya, dan Polres Karangasem, semuanya hadir. Semuanya tetap on di bawah bendera Tim SAR gabungan. “Seperti apapun kondisinya (Gunung Agung, Red), kita harus selalu siap dikerahkan. Panggilan tugas bisa kapanpun dan harus direspon cepat,” tegasnya.

Imbauannyan hanya satu. Dia ingin masyarakat tak lekas percaya dengan berita hoax yang menyatakan akan ada letusan besar. “Ada data valid yang dikeluarkan PVMBG. Di sana diberikan penjelasan tentang kegempaan, visualisasi dan hal lainnya terkait kondisi Gunung Agung. Dan itu sudah disosialisasikan melalui berbagai media. Baiknya jangan membuat kepanikan. Mari kita sama-sama buat suasana Bali kondusif. Khususnya Karangasem,” tuturnya.

Postcomended   Jive Talkin’ Ikut Sebar ‘Virus’ Wonderful Indonesia di Nongsa Batam

Hasil pemantauan dari PVMBG hari ini pada periode pukul 12.00 Wita sampai dengan pukul 18.00 Wita, tercatat ada hembusan 3 kali. Hal lain yang tercatat adalah Low frekuensi 20 kali, vulkanik dangkal 1 kali serta Tremor menerus amplitudo 1 – 2 mm, dominan 1 mm.

Cuaca cerah dan berawan. Sementara angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara 26-30 °C dan kelembaban udara 62-81 %. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 500-1500 m di atas puncak kawah, condong ke barat.

Semua perkembangan tadi juga ikut dipantau Menpar Arief Yahya. Tiap jam, menit hingga detik, dia selalu rajin meng-update setiap perkembangannya. “Dalam industri pariwisata, destinasi adalah produk. Originasi adalah customers. Maka kita harus tahu mengalokasikan perhatian ke produk unggulan dan customers utamanya,” kata Arief Yahya.

Postcomended   Realisasi Investasi Januari – September Tahun 2017 Rp 513,2 triliun, Telah Mencapai 75,6% dari Target

Jauh hari sebelum erupsi, 5 Oktober 2017 lalu Menpar Arief Yahya juga sudah berkunjung ke Bali. Dia bahkan sudah sampai ke zona merah di Pura Besakih, yang jaraknya hanya 9 km dari puncak Gunung Agung.

Arief ingin menunjukkan ke publik dan netizen, bahwa Bali masih oke. Bali masih aman. Karenanya setiap minggu, dia turun langsung ke Bali. Industri dikumpulkan. Semuanya diajak bicara. Semuanya diajak memberikan layanan terbaik kepada wisatawan yang sedang berlibur di Bali.

Sampai pada kesimpulan, hari pertama saat cancellation terjadi, semua akomodasi harus free of charge. Hari berikutnya baru di atas 50% diskon. “Ini adalah long term investment, membangun loyalty customers, agar Bali semakin di hati di mata wisatawan,” kata Arief Yahya. (*)

Postcomended   Challenge Menpar kepada forum Indonesianisme Summit 2017: Memenangkan Industri Indonesia

Share the knowledge