Pemprov Papua Ingin Gandeng Inalum Urus Freeport | Republika Online Republika830 × 556Search by image Ladang tambang terbuka yang dikelola PT Freeport Indonesia di Grasberg, Tembagapura, Timika, Papua

Pemprov Papua Ingin Gandeng Inalum Urus Freeport | Republika Online Republika830 × 556Search by image Ladang tambang terbuka yang dikelola PT Freeport Indonesia di Grasberg, Tembagapura, Timika, Papua

Indonesia dan Freeport-McMoRan Inc. akan menandatangani sebuah kesepakatan baru, yang akan mengeluarkan peta jalan untuk transfer kepemilikan mayoritas tambang tembaga dan emas raksasa Grasberg ke perusahaan Indonesia, demikian diungkapkan sumber-sumber yang mengetahui adanya proposal tersebut. Jika benar, ini akan merupakan kemenangan lagi bagi pemerintah Indonesia yang sebelumnya berhasil memaksa Freeport melepaskan 51% sahamnya ke pihak Indonesia, dibanding zaman Orde Baru yang hanya 9%.

Dilaporkan Bloomberg, Sabtu (15/12/2017), sumber yang tak bersedia identitasnya disebutkan itu mengatakan, badan usaha milik negara (BUMN) PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan Freeport yang berbasis di Phoenix, Amerika Serikat (AS), dijadwalkan mendukung perjanjian penyelesaian transaksi yang disebut dilakukan pada awal Minggu.

Di bawah kesepakatan baru tersebut, Inalum akan berusaha mengakuisisi usaha patungan Rio Tinto Group (yang berbasis di London) itu di Grasberg pada Maret 2018, dan kemudian bertujuan mengubah kepentingan tersebut menjadi saham ekuitas, ujar dua orang sumber.

Postcomended   SUDIRMAN STREET

Eric Kinneberg, juru bicara Freeport-McMoRan, menolak berkomentar. Dikontak via email, Rio Tinto tak mereaksi. Ricky Gunawan, sekretaris perusahaan Inalum, juga tak segera menanggapi panggilan dan pesan teks untuk konfirmasi.

Wakil menteri BUMN bidang minyak dan gas bumi, Fajar Harry Sampurno, dalam sebuah pesan teks, mengatakan, Freeport, Indonesia, dan semua pihak terkait, akan segera menandatangani sebuah kesepakatan yang akan memasukkan target untuk menyelesaikan rencana pengalihan kendali Grasberg dalam tiga bulan pertama tahun depan. Namun Fajar menolak menjelaskan lebih jauh.

Kepemilikan Indonesia atas Grasberg akan meningkat menjadi 51 persen berdasarkan kesepakatan kerangka kerja tertanggal Agustus 2017 yang akan melihat penambang AS ini melakukan divestasi saham mayoritas di unit lokalnya, PT Freeport Indonesia, dimana Freeport saat ini memiliki 91 persen.

Sebagai gantinya, Freeport akan diberi wewenang terus mengoperasikan proyek ini sampai 2041. Pakta tersebut juga menetapkan rencana investasi sebesar 20 miliar dolar AS sampai 2031 untuk mengembangkan tambang lebih lanjut.

Postcomended   12 Agustus 2017, Puncak Kedatangan Tamu Antariksa Tahunan

Rencana baru tersebut akan mencakup jadwal untuk menyelesaikan masalah pada lisensi pertambangan dan rencana pembangunan pabrik peleburan (smelter), menurut sumber sumber itu lagi.

Kesepakatan baru ini terjadi di tengah berkurangnya ketegangan antara pihak-pihak penting setelah Freeport pada September lalu menolak usulan Indonesia mengenai penilaian dan metode divestasi yang direncanakan di unit lokal penambang.

Menteri Negara BUMN, Rini Soemarno, mengatakan bulan lalu dalam sebuah wawancara, bahwa sejak saat itu, perundingan yang melibatkan kedua belah pihak, dan Rio Tinto, telah menunjukkan kemajuan.

Rio Tinto, kata sumber terpercaya pada Oktobet lalu, telah mengadakan pembicaraan langsung dengan Inalum tentang kemungkinan keluar dari Grasberg.

Berdasarkan perjanjian usaha patungan, perusahaan penambang nomor 2 terbesar di dunia ini berhak atas arus kas pada 40 persen pangsa produksi di atas tingkat tertentu sampai sekitar 2021 –meskipun tanggal tersebut tunduk pada penundaan potensial, dan pada 40 persen dari seluruh produksi setelahnya.

Postcomended   Rumah Para Pengemplang Pajak Mobil Mewah, Bakal Didatangi

Christopher LaFemina, seorang analis Jefferies LLC di New York, mengatakan dalam sebuah catatan bulan ini, kesepakatan Rio menjual sahamnya di Grasberg dapat disusun sedemikian rupa sehingga kewajiban Freeport melepaskan sahamnya di tambang akan berkurang. Rencananya akan memungkinkan “solusi elegan untuk masalah yang kompleks,” menurut LaFemina.***

Share the knowledge