Angin segar kembali menerpa pariwisata Pulau Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Keindahan alamnya akan terpapar jelas lewat film Lover Over besutan Nation Pictures dan Tech Thailand.

“Pulau Komodo sudah oke. Kita mulai syuting bulan April 2018. Yang pasti kita ingin mengangkat Pulau Komodo ke dunia,” kata Delon Tio Co-Produser film Lover Over, Selasa (2/1).

Film yang akan dirilis bulan Agustus tersebut dijamin paten. Sederet nama besar dunia perfilman akan tampil di dalamnya. Empat karakter utamanya akan diperankan oleh Mario Maurer, Kan Kanthathavorn, Pramote Pathan dan Isara Kitnichee. Sutradaranya juga nggak main-main. Panjapong Kongkanoy sang sutradara film Shambala (2012) didaulat menukangi film tersebut. Di bangku produser akan ada Akarapol Techaratanaprasert, pria di balik sukses Crazy Little Thing Called Love dan Ong Bak 2.

“Kami all out. Filmnya pasti keren. Makanya wajar deretan nama besar dihadirkan di film ini,” ujar Delon.

Postcomended   Giliran Perhotelan Gerah pada Aplikasi Online Airbnb

Ceritanya juga unik. Dijamin nggak bosenin. Akan ada banyak hal tak terduga yang bakal mengiringi film tersebut.

“Ceritanya sangat istimewa. Joe yang baru dipecat dari pekerjaannya punya impian untuk jadi Youtuber terkenal. Makanya dia ingin mendokumentasikan kejadian-kejadian tidak terduga dalam perjalanan mereka menelusuri negara-negara ASEAN,” pungkas Delon.

Bukan kali ini saja keindahan alam Indonesia diangkat ke dalam film produksi asing. Bahkan produsen film Hollywood ikut melirik Indonesia sebagai lokasi syuting film mereka. Film ‘Eat, Pray, Love’ adalah milestone keseriusan Hollywood menampilkan Indonesia dalam layar perak.

Setelah itu, satu persatu film Hollywood bermunculan syuting di Tanah Air seperti ‘The Philosopher (After the Dark)’ yang mempopulerkan Candi Prambanan dan ‘Java Heat’ di 2013 . Ada juga film Indonesia yang sukses di Hollywood seperti ‘The Raid 2’ yang mengangkat Benteng van Der Wijck Kebumen.

Postcomended   Rakornas Pariwisata III 2017 Kali ini Betul-Betul Fenomenal

Menpar Arief Yahya menyambut gembira hal ini. Dia jadi makin yakin, pamor Pulau Komodo akan makin berkibar di level dunia.

“Thailand punya Pulau James Bond, gara-gara syuting filmnya di Koh Ping Ghan. New Zealand juga ngetop setelah film The Lord of the Rings, menggunakan lokasi di sana 2012-2014. Julia Robert dengan Eat, Pray, Love di Bali. Siapa yang Pulau Komodo bisa ikut ngetop dari setelah film ini,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Baginya, hubungan mesra film dan destinasi wisata Indonesia tidak akan berhenti sampai di sini. Pertama, Indonesia tidak pernah kehabisan destinasi indah untuk dijelajahi. Kedua, insan film tidak pernah kehabisan kreatifitas untuk menuangkan keindahan destinasi itu ke dalam film mereka.

“Jangan lupa, Labuan Bajo sudah menjadi destinasi snorkeling nomor dua terbaik di dunia, setelah Raja Ampat, versi CNN Internasional tahun 2015. Di sana juga ada manta point, ada komodo, si kadal raksasa. Sangat keren. Ini pasti sangat menguntungkan satu sama lain,” kata Arief Yahya.

Postcomended   Kolaborasi si Burung Camar dengan Ikmal Tobing Hangatkan Gelaran Ijen Jazz 2017

Share the knowledge