Rumah Sakit Indonesia di Rakhine Sudah Mulai Dibangun VOA Indonesia1023 × 575Search by image Pelaksana Harian Ketua Umum PMI Ginanjar Kartasasmita (tengah) sedang menjelaskan rumah sakit Indonesia di

Rumah Sakit Indonesia di Rakhine Sudah Mulai Dibangun VOA Indonesia1023 × 575Search by image Pelaksana Harian Ketua Umum PMI Ginanjar Kartasasmita (tengah) sedang menjelaskan rumah sakit Indonesia di

Di tengah suasana yang masih rawan, rumah sakit (RS) Indonesia akhirnya mulai dibangun di kawasan Myaung Bwe, Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Pihak pemerintah Myanmar sampai mengimbau Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, agar tak menghadiri acara peletakan batu pertamanya, mengingat lokasi pembangunan RS dianggap rawan.

Pemerintah Myanmar menyatakan tidak bisa memberikan pengamanan optimal sesuai standar untuk tamu resmi pemerintah setingkat menteri, mengingat pasukan keamanan Myanmar sedang difokuskan menjaga pertemuan tingkat menteri Asia-Eropa di Naypyidaw yang juga dihadiri Retno.

Kementerian Luar Negeri RI melalui siaran persnya mengungkapkan Senin (20/11/2017), bahwa peletakan batu pertama telah dilakukan hari Minggu. Disebutkan bahwa acara tersebut dihadiri tokoh masyarakat setempat baik dari kalangan Budha maupun Islam.

Postcomended   Riz Ahmed, Muslim dan Asia Pertama yang Memenangkan Emmy Awards

Selain itu hadir juga Duta Besar RI untuk Myanmar, Ito Sumardi, menteri urusan Rakhine, perwakilan kementerian kesehatan Myanmar, dan perwakilan dari LSM Indonesia MER-C.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan, pembangunan RS ini akan menghabiskan dana setidaknya 1,8 juta dolar AS. Dana berasal dari pemerintah Indonesia, sumbangan masyarakat Indonesia, PMI, berbagai LSM, dan sektor swasta di Indonesia. Pembangunan ditargetkan selesai pertengahan 2018.

Pembangunan RS ini akan melibatkan tenaga kontraktor lokal dengan bahan-bahan material berasal dari Myanmar. Ada misi ingin membantu meningkatkan ekonomi warga setempat selain menumbuhkan rasa memiliki terhadap RS ini.

Arrmanatha mengatakan, RS ini nantinya akan bersifat inklusif; tak memandang latar belakang, suku, maupun agama.

Ini bukan kali pertama Indonesia membangun rumah sakit di daerah konflik. Pada 2012, Indonesia juga pernah membangun RS di Jalur Gaza, Palestina.

Postcomended   Serat, Susu, dan Air, Satukan Islam dan Yahudi

Salah satu pihak yang terlibat pada pembangunan RS di Gaza, juga dilibatkan pada pembangunan di Rakhine, yakni dari MER-C (Medical Emergency Rescue Committee).

Anggota Presidium MER-C, dr Sarbini Abdul Murad, kepada Antara mengatakan, dua relawan insinyur telah dikirimkan ke Myanmar pada 6 September 2017. “Mereka sudah berpengalaman saat pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina sebelumnya,” kata Sarbini.

Rakhine adalah negara bagian di Myanmar yang dihuni minoritas Muslim dari etnik Rohingya yang tak diakui sebagai warga negara Myanmar. Sejak kerusuhan besar pertama terjadi pada 2012, warga Buddha dan Rohingya tidak bisa hidup rukun di sana.

Berdasarkan sensus 2014, penduduk negara bagian Rakhine mencapai sekitar 3,1 juta. Sebagian besar penghuni berasal dari suku Rakhine yang mayoritas Buddha (96,2%). Sisanya Kristen (1,8), dan Muslim (1,4%). Namun Muslim yang dimaksud dalam sensus ini tak termasuk dari etnik Rohingya yang diduga mencapai 1 juta jiwa. Pasalnya mereka dianggap bukan warga negara Myanmar.(***/antara/BBC)

Postcomended   Potensi Zakat Indonesia Rp 213 Triliun per Tahun

 

Share the knowledge